KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi taufik, hidayah, serta
inayah-Nya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti
biasanya termasuk juga dengan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas pembuatan makalah yang berjudul “Lempar Cakram” yang terdapat pada
matakuliah Atletik di Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam
makalah ini, penulis membahas tentang sejarah perkembangan olahraga lempar
cakram, pengertian olahraga lempar cakram, tehnik yang digunakan dalam olahraga
lempar cakram, serta masih banyak pembahasan lainya yang disajikan dalam bentuk
makalah. Makalah ini disusun agar para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas
ilmu pengetahuan yang ada mengenai lempar cakram.
Penulis
juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan satu tim yang
sudah membantu serta dari berbagai pihak lain yang telah membantu penulis dalam
penyusunan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik
serta tepat pada waktunya.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu penyusun mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun untuk dapat memperbaiki tugas makalah selanjutnya. Dan semoga
makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca dan memperluas wawasan mengenai
lempar cakram serta seluk beluknya. Dan tidak lupa permohonan maaf dari penulis
apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam bentuk apapun yang terdapat
dalam makalah ini.
JENEPONTO 14 april 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I RUMUSAN MASALAH
1.1 Latar Belakang
Masalah............................................................................. 1
1.2 Rumusan
Masalah....................................................................................... 2
1.3 Tujuan
Penulisan......................................................................................... 2
1.4 Manfaat
Penulisan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Lempar Cakram.......................................................................... 4
2.2 Pengertian Lempar Cakram.......................................................................5
2.3 Teknik-Teknik yang Digunakan Dalam Lempar Cakram.........................6
2.4 Sarana dan Prasarana yang Digunakan Dalam Lempar
Cakram...............8
2.5 Peraturan Dalam Lempar Cakram.............................................................9
2.6 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram......................10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................ 11
3.2 Saran...................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian inegral dari pendidikan secara
keseluruhan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalara,
stabilitasemosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan
lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih
yang dirancang secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
nasional. Pendidikan merupakan suatu proses manusia yang berlangsung seumur
hidup. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah
yang memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempetan kepada
peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dan dilakukan secara
sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina
prtumbuhan fisik dan pengembangan fsikis yang lebih baik, sekaligus dapat
membentuk hidup sehat sepanjang hayat. Tanpa pendidikan jasmani maka semua
kegiatan belajar tidak akan berjalan dengan baik, karena dengan pendidikan
jasmani semua orang akan mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami
berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Melalui
pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan merupak media untuk mendorong
pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan
penalaran, penghayatan nilai-nilai sikap dan mental, serta pembiasan
pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan
kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Dalam
dunia pendidikan olahraga ada beberapa jenis olahraga, salah satunya adalah
olahraga lempar cakram. Olahraga lempar cakram ini merupaka suatu cabang
olahraga yang untuk mengkur kekutan tangan dalam melakukan lemparan.
1.2 Rumusan Masalah
Dari
latar belakang di atas dapat diambil beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah perkembangan olahraga
lempar cakram?
2. Apa pengertian dari
olahraga lempar cakram?
3. Tehnik-tehnik apa saja yang
digunakan dalam olahraga lempar cakram?
4. Bagaimana bentuk dan
ukuran lapangan dalam olahraga lempar cakram?
5. Sarana dan prasarana
apa saja yang digunakan dalam olahraga lempar cakram?
6. Bagaimana peraturan
dalam olahraga lempar cakram?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan
olahraga lempar cakram.
2. Untuk mengetahui
pengetian dari olahraga lempar cakram.
3. Untuk mengetahui
tehnik-tehnik yang digunakan dalam olahraga lempara cakram.
4. Untuk mengetahui
bentuk dan ukuran lapangan yang digunakan dalam olahraga lempar cakram.
5. Untuk mengetahui
sarana dan prasarana yang digunakan dalam olahraga lempar cakram.
6. Untuk mengetahui
peraturan dalam olahraga lempar cakram.
1.4 Manfaat
Penulisan
Adapun
manfaat yang dapat kita diambil dari makalah ini adalah sebagi berikut :
- Bagi siswa, makalah ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan olahraga lempar cakram dan mendapat pengetahuan tentang sejarah olahraga lempar cakram, pengetian olahraga lempar cakram, tehnik-tehnik yang digunakan dalam olahraga lempar cakram, mengatahui ukuran dan bentuk lapangan dari olahraga lempar cakram, mengetahui peraturan dalam olahraga lempar cakram dan dapat mengetahui sara dan prasarana yang digunakan dalam olahraga lempar cakram.
- Bagi guru penagar atau dosen, makalah ini dapat dijadikan sebagi acuan dalam melakukan pengajaran tentang olahraga lemapar cakram. Bagi atlet lempar cakram, makalah ini dapat dijadikan dasar dalam melakukan olahraga lempar cakram.
- Bagi atlet lempar cakram, makalah ini dapat dijadikan dasar dalam melakukan olahraga lempar cakram.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Lempar Cakram
Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor
atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul
“Odyssy” pada zaman purba.
Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak
gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah
dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan
sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal.
Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan
lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha
ini mereka sangat tergantung dari efisiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan,
kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena
kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban
bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan
berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada
sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.
Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der
sporten” yang artinya atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun
gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan
atletik termasuk lempar cakram
yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba
sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga
Yunani yang ditulis oleh Homeros.
Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan
Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang
kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus
dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu
diadakan serangkaian perlombaan. Pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat,
gulat, lompat, tinju, dan lempar
cakram.
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta
agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya
dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia
dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan
raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari
logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk
gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar
cakram itu, cakram melucur
dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia.
Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba
telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar
cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.
2.1 Pengertian Lempar Cakram
Olahraga lempar cakram adalah salah satu nomor
perlombaan lempar yang utama dalam
atletik. Namun dalam perlombaan atletik indoor, nomor lempar cakram tidak
diperlombakan. Olahraga ini telah ada sejak olimpiade kuno. Dalam perlombaan
lempar cakram, atlet berlomba melemparkan objek berbentuk cakram sejauh mungkin
dengan mengikuti peraturan yang berlaku. Dalam perlombaan atletik resmi,
diberi kesempatan melempar sebanyak
tiga kali. Kemudian dari sejumlah atlet babak awal, akan dipilih delapan atlet
terbaik, yang akan diberi kesempatan tiga kali lagi. Lempar cakram
diperlombakan bagi laki-laki maupun perempuan.
Lempar cakram juga merupakan salah satu perlombaan
atletik yang dapat menimbulkan bahaya dalam
perlombaan atletik tingkat professional, para atlet mampu melemparkan cakram
dengan sangat jauh, tentu saja hal ini dapat menimbulkan akibat yang fatal jika
cakram mengenai seseorang. Untuk itu, diperlukan semacam pagar khusus di
sekeliling lapangan lempar cakram. Pagar berupa jaring tersebut dipasang dengan
tinggi 4 m. dari segi bentuk dan ukuran, sebenarnya lapangan lempar cakram sama
persis dengan lapangan lempar martil.
Permainan dan olahraga atletik
untuk nomor lempar yakni lempar cakram sangat menarik dan menantang bagi
anak-anak terutama berkaitan dengan seberapa jauh ia mampu melempar cakram itu.
Anak-anak sangat senang dengan kompetesi dengan teman yang lain, apalagi mereka
selalu ingin membuktikan siapa yang mampu melempar terjauh.
Untuk dapat mendapatkan hasil lemparan yang jauh
dengan teknik yang benar, maka diperlukan
latihan dasar dalam olahraga lempar cakram. Adapun teknik dasar yang perlu
dipelajari oleh seorang atlit, serta mahasiswa pada umumnya adalah sebagai
berikut :
1.
Cara awalan yang baik dan benar. 2. Cara melemparkan cakram.
3. Cara mengukur hasil lemparan lempar cakram.
4. Peraturan keselamatan dalam melakukan lempar cakram.
3. Cara mengukur hasil lemparan lempar cakram.
4. Peraturan keselamatan dalam melakukan lempar cakram.
2.3 Tehnik-Tehnik yang Digunakan Dalam Lempar Cakram
a.
Cara Memegang
Cakram
Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada
telapak tangan kiri (bagi pelempar kanan) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat
jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir
menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.
Gambar 2.3.1 (Teknik Memegang Cakram)
b. Gaya Dalam Lempar Cakram
1)
Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring atau menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai
berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri
(telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di
belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang
pandangan ke arah sasaran,
setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas
telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.
2)
Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan
sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai
melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan
tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan
secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat
kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap
lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan
kaki kiri diayun ke belakang.
c. Cara Melakukan Awalan Lemparan
Dengan
cara melakukan awalan lempar pertama-tama dimulai dengan posisi pelempar yang
berdiri di belakang lingkaran dengan posisi punggung menghadap ke arah sektor
lemparan. Pelempar harus membuat beberapa kali ayunan cakram dengan lengan
lempar untuk membuat pertimbangan dan mengatur keseimbangan. Badan dan lengan
yang berlawanan dengan lengan lempar bergerak mengikuti gerakan lengan lempar.
Untuk
tahap selanjutnya posisi badan masih berputar dan sedikit condong ke belakang.
Sampai saat ini kedua tungkai masih ditekuk dengan baik, tetapi ketika kaki
kiri membuat kontak dengan lantai tungkai kiri hampir diluruskan penuh.
Sementara lutut kaki dan pinggul meneruskan gerakan berputar ke arah lemparan
dengan tepat, tariklah bagian atas badan mengikuti perputaran ini. Pada keadaan
seperti ini lengan kiri mulai dibuka ke samping dan lengan kanan mulai mengayun
berputar dengan gerakan cepat di dalam sebuah busur yang lebar dan bergerak
sedikit ke arah atas.
Gambar 2.3.1.
(Teknik Lemparan Dalam Lempar Cakram)
2.4 Sarana dan Prasarana
yang Digunakan Dalam Lepar Cakram
a.
Alat
Bahan
cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal. Bingkai
berbentuk lingkaran penuh dan tepat di tengah-tengah cakram ada beban yang
dapat dilepaspindahkan.
b.
Ukuran Cakram
1) Berat cakram untuk senior putra adalah 2 kg dengan
diameter
219 mm – 221 mm dan tebal 44 mm hingga 46 mm.
2) Berat cakram untuk senior putri adalah 1 kg dengan diameter 180 mm - 182 mm dan tebal 37 mm
hingga 39 mm.
3) Berar cakram
untuk junior pura adalah 1,25 kg dengan diameter 180 mm - 182 mm dan tebal 37
mm - 39 mm.
4) Berar cakram untuk junior
putri adalah 0,75 kg dengan diameter 145 mm - 170 mm dan tebal 25 mm hingga 35 mm.
a. Lapangan Lempar Cakram
- Diameter lingkaran untuk melempar adalah 2,50 meter.
- Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal, dan lain-lain. Ligkaran lemparan dikelilingi dengan sangkar (pagar kawat) untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan penonton.
- Bentuk huruf seperti huruf C, dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sector lemparan dibatasi garis yang membentuk sudut 40⁰ di pusat lingkaran.
Gambar 2.4.1. (Gambar Lapangan Tolak Peluru)
2.3 Peraturan Dalam Lempar Cakram
- Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.
3. Pelempar boleh menyentuh dinding bagian
dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya.
4. Lemparan akan diukur
dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi
dalam balok.
5. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka
peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8
pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final).
6. Bila peserta lomba 8
orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final.
7. Lingkaran lemparan
tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai.
8. Bagian atasnya dipasang rata dengan
tanah diluarnya, bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang
kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14
mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran. Ukuran garis tengah
sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm
dan harus dicat putih.
9. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik
dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.
2.4 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram
1. Dapatkan putaran dengan posisi kaki yang baik.
2. Bergerak jauh ke depan tetapi masih tetap berada di dalam
lingkaran lempar.
3. Dapatkan pilinan antara tubuh bagian bawah dan bagian atas.
4. keseimbangan yang baik selama bergerak di dalam lingkaran.
5. Mendaratlah di dalam unjung telapak kaki kanan dan putarlah
dengan aktif di atas kaki ini.
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Dari beberapa uraian penjelasan yang telah dikemukakan
maka penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan ini khususnya dalam olahraga lempar cakram, maka peserta didik
mendapatkan mempraktikan tehnik -tehnik dasar dalam melakukan lempar cakram, mengetahui sejarah lempar
cakram, mengetahui sarana dan prasarana yang digunakan dalam olahraga lempar
cakram, mengetahui pengetian olahraga lempar cakram, bentuk dan ukuran lapangan
yang digunakan dalam olahraga lempar cakram, dan siswa atau mahasiswa dapat mengetahui peraturan yang
harus ditaati dalam olahraga lempar cakram.
1.2 Saran
Saran yang dapat penusil berikan kepada pembaca semua
adalah bahwasanya untuk dapat melakukukan gerakan yang baik dan benar dalam
olahraga lempar cakram, kita harus mengenal teknik-teknik dasar dalam melakukan
lempar cakram itu sendiri dan tidak lupa melakukan latihan untuk mempermantap
gerakan kita
DAFTAR PUSTAKA
Engkos Kosasih. 1985. Olahraga Tehnik dan Program Latihan, Akademik Persindo
Jakarta.
VCC



Tidak ada komentar:
Posting Komentar